Terkadang ada rasa aneh, atau
ini hanya sebuah cerita dari bagian akhir yang menyedihkan, bangunlah! Aku
benar benar benci situasi seperti ini, aku tertekan, mereka terlalu menjadikan
ku seorang paling pengecut yang pernah hidup di dunia, terkadang mereka
menyuruhku melakukan hal yang benar benar membuatku marah, cukup! Cukup mereka
memperlakukan aku seperti itu.
Aku ini apa bagi mereka,
apakah hanya aku yang pantas seperti ini, ketika aku sedang bahagia mereka
bahkan tak peduli, atau parahnya ketika aku terjatuh apa mereka menolongku,
sama sekali mereka tak tahu keadaanku, menyesal memang ketika mengingat mereka
hanya saja ini terlalu menyakitkan.
Kadang aku bahagia dengan apa
yang bisa aku capai, tapi itu sangatlah sulit aku ulangi, seperti sebuah mimpi
yang ingin kita ingat namun mimpi itu semakin hilang. Mereka seperti hujan yang
datang di tengah musim salju, mereka seperti kebakaran hebat yang terjadi di
pertengahan musim kemarau panjang, merekalah sang hama tanaman,
Hahaha kadang aku merasa
seperti sebuah piala yang akan diangkat oleh orang yang telah berjuang, piala
yang sangat di inginkan orang banyak. Namun itu hanya sesaat, karena biasanya
setelah itu aku akan menganggap diriku kembali seperti sampah, bau, dan tak ada
yang mau mendekatiku.
Mereka bilang pengalaman
merubah seseorang, mungkin iya bagi mereka yang benar benar berhasil tapi
bagiku, apa gunanya pengalaman jika kita melihat segalanya pergi, aku memang
anak biasa saja, iq yang ku dapat menggunjingku bahwa aku seorang anak dengan
tingkat kecerdasan rendah!.
TAPI! Aku tak peduli dengan iq
ku, dulu iya aku memang membuatnya sangat menyedihkan, tapi sekarang tidak
lagi, aku adalah pengamat yang sukses, aku adalah sang imitasi dari penghayal
luar biasa, aku bisa menjadi diriku sendiri kapanpun aku mau, aku akan
memaksakan diriku sendiri dan berusaha
tidak membohonginya,
Jika ada kesedihan pasti ada
sebuah kebahagiaan yang setimpal harganya.